Biografi Albert Einstein – Manusia Jenius

Ilmuwan Fisika Terbesar di Dunia

biografi-albert-einstein

Biografi Albert Einstein – Seorang ilmuwan yang dikenal di setiap ilmu pendidikan ini merupakan manusia yang mendapat predikat jenius. Albert Einstein merupakan ilmuwan terbesar yang ada di abad ke 20. Albert juga pernah mengemukakan adanya teori relativitas serta memberi banyak sumbangan dalam mengembangkan pengembangan mekanika kuantum, kosmologi dan juga mekanika statistika.

Berbagai macam penelitian yang dilakukan telah berperan besar dalam dunia pendidikan hingga saat ini. Biografi Albert Einstein layak untuk disimak.

Albert menjadi sosok yang selalu diperbincangkan di kalangan ilmuwan. Tak lain karena sosok ini memang menjadi ilmuwan terbesar dan sejajar dengan Sir Isaac Newton. Manusia yang menciptakan bom terkuat di dunia yaitu bom atom. Bom yang membuat Jepang menyerah di tahun 1945. Namun ternyata ia juga menyesal karena melihat bagaimana akibat dari bom tersebut.

Berikut Biografi Albert Einstein, Ilmuwan Fisika Terbesar di Dunia.

Profil Albert Einstein

Albert Einstein merupakan nama asli yang dimilikinya. Ia lahir di Jerman pada tanggal 14 Maret tahun 1879 dan meninggal di tanggal 18 April 1955. Lahir dari kedua orang tua yaitu Hermann Einstein sang ayah serta Pauline sang ibu. Einstein dilahirkan di Ulm di Wurttemberg, Jerman. Berada di sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Ayahnya merupakan penjual ranjang bulu dan sempat menjalankan pekerjaan elektrokimia.

Istri Albert Einstein adalah Elsa Einstein, mereka menikah di tahun 1919 namun mereka berpisah. Istri Albert Einstein selanjutnya adalah seorang wanita bernama Mileva Maric di tahun 1093. Anak Albert Eisntein ada 3 orang yaitu Eduard Einstein, Lieserl Einstein dan juga Hans Albert Einstein. Ia bertempat tinggal di Jerman, Itali, Swiss, Austria, Belgia, Amerika Serikat dan juga Britania Raya bersama keluarganya.

Baca Juga :  Penemu Kamera - Ibnu Al-Haitham

Ada banyak perjalanan hidup Albert yang menggugah pembaca. Salah satunya adalah pada saat kecil ia dinilai sebagai pelajar yang lambat. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya dyslexia, struktur yang jarang dan tidak biasa di otaknya serta sifatnya yang pemalu.

Mengenai agama Albert Einstein, ia percaya konsep agama panteistik. Dilain waktu ia pernah menyatakan tidak percaya tuhan pribadi, tidak pernah menyangkalnya tetapi menyatakannya dengan jelas.

Albert Einstein meninggal dalam usia 76 tahun  di rumah sakit Princeton. Ia mengalami pendarahan internal yang disebabkan oleh pecahnya suatu aneurisma aorta perut yang sebelumnya pernah dioperasi. Setelah meninggal, ia diautopsi oleh pihak rumah sakit dan otaknya diambil oleh Thomas Stoltz Harvey dalam rangka penelitian. Jenazahnya di kremasi dan ditaburkan ditempat yang tidak diketahui orang lain.

Pendidikan Albert Einstein

Melihat bagaimana karya yang dibuat oleh Einstein ini tentu membuat kita juga penasaran bagaimana pendidikan yang didapatkannya sewaktu sekolah. Dan tahukah anda? Masa kecil Albert sangatlah berbeda dari apa yang diperlihatkan pada dunia.

Ia pernah bersekolah di sekolah Katholik dan mendapat pelajaran biola. Di usia 21 tahun, Einstein berhasil lulus dari masa kuliah di ETH atau EidgonessischeTechnische Hochscule. Einstein juga mencoba melamat sebagai asisten dosen tetapi ditolak.

Karir Albert Einstein

Seperti yang ada pada ulasan biografi Albert Einstein diatas, karir yang dimilikinya memang beragam. Mulanya ia tidak diterima pada saat melamar sebagai asisten dosen. Namun berhasil menjadi guru di SMA sebagai pekerjaan sementara. Dia juga mendapatkan pekerjaan di kota Bern di kantor Paten.

biografi-albert-einstein

Albert Einstein Sang Fisikawan Jenius – Foto : Pixabay

Sampai pada tahun 1900, Einstein diberi gelar oleh mengajar oleh Eidgenossische Technische Hochschulee. Pada saat itu juga diterima sebagai warga negara Swiss di tahun 1901. Kemudian di tahun 1902 ia juga menjadi asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss.

Baca Juga :  Biografi George Eastman Sang Penemu Kodak

Ia menjadi terkenal karena teori relativitas, memberi kontribusi terhadap pengembangan kosmologi,  mekanika kuantum dan mekanika statistika. Karena kepintarannya membuat nama Einstein selalu di asosiasikan dengan jenius dan kepintaran.

Penghargaan Albert Einstein

Dari seorang ilmuwan jenius ini, banyak penghargaan yang telah didapatkannya. Penghargaan yang didapatkan di tahun 1921 adalah penghargaan Nobel Fisika. Mendapat Honoris Causa, Medali Copley tahun 1925 serta Medali Max Planck tahun 1929. Sementara Medali Franklin didapatkan tahun 1935, Medali emas Royal Astronomical Society tahun 1921. Juga mendapat penghargaan Barnard Medal for Meritorious Service to Science.

Masih ada banyak penghargaan yang didapatkan oleh Einstein. Melihat bagaimana biografi Albert Einstein sangatlah menakjubkan. Bocah kecil yang dianggap memiliki keterbelakangan mental justru berhasil menjadi ilmuwan besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.