Biografi Iwan Fals – Perjalanan Karir Sang Legenda

Berawal Dari Mengamen

biografi-iwan-fals

Biografi Iwan Fals – Lagu-Lagunya dikenal karena bertemakan kritik sosial kehidupan baik yang terjadi di Indonesia dan dunia. Tidak mengherankan jika konsernya banyak dicekal dimasa orde baru karena lagunya dianggap memprovokasi dan memuat kritikan yang pedas. Hingga perusahaan rekaman juga terkesan tidak mau mengambil resiko memasarkan lagu-lagu tersebut.

Diàlah Iwan Fals, seorang penyanyi Indonesia dengan kharisma yang sangat besar, ia banyak digemari rakyat kecil yang merasa suaranya terwakili oleh lagu- lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi flamboyan ini.

Biografi Iwan Fals sangat menarik untuk disimak, perjalanan karirnya yang dirintis dengan diawali mengamen dari penggung ke panggung, konser yang dibatalkan serta kehidupan keluarganya menjadi daya tarik bagi banyak orang.

Berikut kami sajikan Biografi Iwan Fals dan Biodata penyanyi yang melantunkan lagu “Wakil Rakyat” tesebut. Bagaimana perjalanan karir dan kehidupan pribadi serta keluarganya.

Biodata Iwan Fals
Nama Lengkap
: Virgiawan Listanto
Tempat/Tanggal Lahir
: Jakarta, 3 September 1961
Nama Panggung  : Iwan Fals
Orang Tua
: Harsoyo (Ayah) dan Lies Suudijah (Ibu
Pasangan
: Hj. Rosana
Anak
: Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Bassa dan Raya Rambu Rabbani
Profesi : Penyanyi dan Aktor
Genre : Balada, Pop, Rock dan Country
Tahun Aktif
: 1975- Sekarang
Basis Fans
: Fals Mania FC-SI (Fama), Ormas Oi (Oi), Komunitas Tiga Rambu (K3R)
Biografi Iwan Fals

Terlahir dengan nama asli Virgiawan Listanto, namun ia lebih dikenal dengan nama Iwan Fals. Ayahnya bernama Harsoyo dan Ibunya Lies Suudijah, Ayahnya diketahui berasal dari Jawa Tengah dan ibunya berasal dari Tasikmalaya.

Dalam Biografi Iwan Fals disebutkan bahwa pada saat berusia bulanan, Iwan Fals selalu menangis saat mendengar suara azan. Masa kecilnya dihabiskan di Bandung, namun ia pernah tinggal di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan dan bersekolah disana.

loading...

Dalam Biografi Iwan Fals juga disebutkan bahwa ia menempuh pendidikan SMPN 5 Bandung, kemudian di SMAK BPK Bandung dan STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP) serta Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Dalam Biografi Iwan Fals diketahui bahwa sejak kecil ia menggemari beberapa cabang olahraga dan meraih beberapa prestasi. Ia aktif menggeluti karate, silat, yudo, sepakbola, basket dan Volly. Prestasinya antara lain adalah pernah Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional.

Mulai Dengan Menjadi Pengamen

Iwan Fals dari kecil memang telah akrab dengan gitar, Pada saat pulang dari Jeddah ke Indonesia, ia bukannya membawa pulang air zam-zam sebagai oleh-oleh dari sana, ia malah memilih membawa gitar. Alat musik petik tersebut kemudian selalu bersamanya dimanapun ia berada.

Perjalanan karir Iwan Fals diawali dari bawah, ia menyalurkan bakatnya di dunia musik sekaligus merintis karir dengan mulai mengamen ketika ia duduk di bangku SMP ketika ia masih di Bandung.

Ciri khas Iwan Fals Muda ketika mengamen adalah ia lebih suka memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri dari pada membawakan lagu-lagu yang sedang tenar pada saat itu seperti yang dilakukan rekan-rekannya.

Filososi hidupnya yang sederhana dituangkan dalam lagu-lagunya yang memiliki lirik lucu, humoris, bercanda ternyata membuat orang suka dan terhibur. Ia bangga membawakan lagu hasil karyanya dan berpikir bahwa biarpun lagu itu terkadang dianggap jelek, namun yang penting murni hasil ciptaan sendiri.

Bakat bermusiknya banyak disalurkan dengan manggung di berbagai acara hajatan di daerah sekitar tempat tinggalnya. Ia “berkolaborasi” dengan Engkus, seorang abang bengkel sepeda motor yang memang banyak mendapat informasi dan tahu dimana tempat ada acara hajatan.

Baca Juga :  Biodata Gus Azmi Beserta Profil Lengkapnya
Debut Rekaman Yang Gagal

Bakat Iwan Fals Muda sampai juga ke telinga Bambang Bule yang datang ke Bandung untuk bertemu langsung dengan Iwan Fals Muda dan mengajaknya rekaman. Bambang Bule mendengar lagu-lagu Iwan Fals Muda dari Radio 8 EH milik ITB.

Saat mahasiswa ITB melakukan aksi demo, mereka sering mengajak Iwan Fals Muda yang masih sekolah di SMAK BPK untuk tampil di mimbar mahasiswa. Lagu-lagunya memang sangat cocok dipakai sebagai bahan untuk menyampaikan kritik dan sindiran kepada penguasa.

Setelah bertemu dengan Bambang Bule, Iwan Fals Muda bersama Toto Gunarto, Helmi dan Bambang Bule sendiri kemudian membentuk grup Amburadul. Berbekal uang hasil menjual sepeda motor, mereka kemudian masuk dapur rekaman di Istana Music Records Jakarta. Namun, nasib baik belum menghampiri Iwan Fals dan kawan-kawan. Kaset mereka tidak laku dan proyek musik mereka gagal.

Pasca gagal dengan rekaman pertamanya, Iwan Fals Muda kembali mengamen dan ikut beberapa festival. Termasuk ikut festival musik Country (menjadi juara) dan festival lagu humor. Atas inisiatif Arwah Setiawan, lagu-lagu humor Iwan Fals kemudian di rekam di ABC Records, namun kembali rekaman ini tidak laku dan hanya menjadi konsumsi kalangan tertentu saja.

Mulai Terkenal

Gagal dalam rekaman pertama tidak membuat Iwan Fals Muda kapok dan putus asa. Iwan kemudian kembali masuk dapur rekaman bersama Musica Studio dengan merilis album “Sarjana Muda”  yang digarap lagunya lebih serius.

Kendati sudah masuk dapur rekaman, namun Iwan tidak canggung juga untuk terus mengamen. Iwan Fals Muda terus berkeliling dari rumah kerumah hingga ke pusat keramaian seperti Blok M. Album Sarjana Muda cukup sukses dan namanya mulai dikenal.

Iwan Fals mulai mendapat kesempatan untuk bernyanyi diberbagai tempat. Iwan mulai berhenti “menjual suara” dijalanan setelah anaknya yang kedua, Cikal lahir pada tahun 1985. Ia dan lagunya “Oemar Bakri” juga sempat masuk di TVRI pada 1987.

Konser Iwan Fals dilarang

Lagu-lagu Iwan Fals yang dikenal karena liriknya yang mengandung kritik dan sindiran serta dianggap dapat memprovokasi massa membuat penguasa Orde Baru pada masa itu melarang dan membatalkan beberapa konsernya.

Tour 100 kota yang telah dipersiapkan secara matang harus kandas ditengah jalan akibat pembatalan izin yang dikeluarkan secara tiba-tiba. Padahal, semua perlengkapan konser, dari mulai alat dan personil telah siap dan bahkan mereka telah berada di Palembang.

Walau terpinggirkan dari panggung musik akibat kebijakan penguasa, ia kemudian mengekspresikan ide-ide dan karyanya di Bengkel Teater WS Rendra. Kemudian terbentuk pula grup band Swami yang terdiri dari Naniel, Sawung Djabo, Inisisri, Toto Tewel, Jerry, Tates, dan Cok Rampal.

Bersama Swami, karir Iwan Fals semakin moncer dengan menelurkan beberapa lagu yang kemudian populer, seperti Bento dan Bongkar. Tidak hanya bersama Swami, Iwan Fals berkolaborasi dengan beberapa seniman seperti Setiawan Djody, Donny Fatah dan WS.Rendra dalam Kantata Takwa dengan album Kantata Takwa pada tahun 1990.

Iwan Fals dan Keluarga

Iwan Fals menikahi gadis pujaannnya, Rosanna atau yang akrab dipanggil Mbak Yos pada 1980.  Mereka kemudian dikaruniai tiga orang buah hati, Galang Rambu Anarki (almarhum, 1982-1997), Annisa Cikal Rambu Basae (1985) dan Raya Rambu Rabbani (2003).

Galang terjun kedunia musik mengikuti jejak ayahnya. Kendati anak Iwan Fals, ia memilih genre musik berbeda meninggal dunia pada 25 April 1997.Galang tergabung dengan grup band “Bunga” sebagai gitaris dan sempat merilis album sebelum ia meninggal.

Baca Juga :  Keluarga Berdarah Minangkabau, Inilah Biodata Gen Halilintar

Kepergian anak sulungnya membuat Iwan Fals lama absen dari panggung musik. Ia baru comeback kembali pada 2002 dengan merilis album “Suara Hati”  dengan single “Hadapi Saja” sebagai ungkapan keikhlasannya atas kepergian Galang Rambu Anarki.

Iwan Fals selalu mengabadikan atau mengikutsertakan nama anak-anaknya agar tetap abadi dan selalu dikenang dalam single atau album yang dirilisnya.

biografi-iwan-fals

Iwan Fals bersama Mbak Yos, Cikal dan Raya – Foto : Haibunda.com

Galang, anaknya yang pertama disebut dalam lagu “Galang Rambu Anarki” yang terdapat dalam album “Opini”. Lagu ini berisi kegelisahan orang tua yang dalam menghadapi kenaikan BBM.

Anak keduanya, Annisa Cikal Rambu Basae alias Cikal diabadikan dalam album bertajuk “Cikal” dibawah label Indo Musik Box pada tahun 1991. Sebelumnya, untuk putrinya ini Iwan pernah merilis lagu dengan judul “Annisa” pada 1986. Namun, lagu ini tidak jadi diikut sertakan oleh label rekaman karena dianggap terlalu kritis.

Untuk Raya Rambu Rabbani atau Raya yang memang ingin namanya dikukuhkan dalam sebuah album seperti kedua kakaknya, Iwan kemudian merilis album “Raya” pada 25 Juni 2013 di Rolling Stone Cafe.

Hasil Karya Iwan Fals

Seperti yang dikutip dalam artikel Biografi Iwan Fals dari Wikipedia, tidak semua album Iwan Fals berisi lagu baru, ada juga beberapa yang merupakan rilis ulang lagu lamanya dan juga tidak dijual bebas atau hanya dijual eksklusif untuk penggemar.

Selain itu, Iwan Fals juga berkolaborasi penyanyi-penyanyi terkenal untuk beberapa album dan single. Berikut daftar lengkap album dan single Iwan Fals yang mengangkat namanya dalam kancah musik Indonesia :

Album
  • Amburadul (1975)
  • Yang Muda Yang Bercanda I (1978)
  • Yang Muda Yang Bercanda II (1978)
  • Canda Dalam Nada (1978)
  • Canda Dalam Ronda (1979)
  • Perjalanan (1979)
  • 3 Bulan (1980)
  • Sarjana Muda (1981)
  • Opini (1982)
  • Sumbang (1983)
  • Barang Antik (1984)
  • Sugali (1984)
  • KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985)
  • Sore Tugu Pancoran (1985)
  • Aku Sayang Kamu (1986)
  • Ethiopia (1986)
  • Lancar (1987)
  • Wakil Rakyat (1987)
  • 1910 (1988)
  • Mata Dewa (1989)
  • Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1989)
  • Swami I (1989)
  • Kantata Takwa (1990)
  • Cikal (1991)
  • Swami II (1991)
  • Belum Ada Judul (1992)
  • Hijau (1992)
  • Dalbo (1993)
  • Anak Wayang (1994)
  • Orang Gila (1994)
  • Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996)
  • Kantata Samsara (1998)
  • Best of the Best Iwan Fals (2000)
  • Suara Hati (2002)
  • In Collaboration with (2003)
  • Manusia Setengah Dewa (2004)
  • Iwan Fals in Love (2005)
  • 50:50 (2007)
  • Untukmu Terkasih (2009) – mini album
  • Keseimbangan – Iwan Fals (2010)
  • Tergila-gila (2011)
  • Kantata Barock (2012)
  • Raya (2013)
  • Palestina (2014)
  • SATU (album Iwan Fals) (2015)
Single
  • Serenade (bersama Ritta Rubby) (1984)
  • Kemesraan (bersama artis Musica) (1988)
  • Percayalah Kasih (bersama Jockie Surjoprajogo dan Vina Panduwinata)
  • Terminal (bersama Franky S.) (1994)
  • Mata Hati (bersama Ian Antono) (1995)
  • Orang Pinggiran (bersama Franky S.) (1995)
  • Katakan Kita Rasakan (bersama artis Musica)
  • Di Bawah Tiang Bendera (bersama artis Musica) (1996)
  • Haruskah Pergi (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006)
  • Selancar (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006)
  • Tanam Tanam Siram Siram (Kampanye Indonesia Menanam) (2006)
  • Marilah Kemari (Tribute to Titiek Puspa) (2006)
  • Aku Milikmu (Original Soundtrack Lovers/Kekasih) (2008)
  • Sang Penerka (diciptakan bersama Ariel) [2]
  • Yang Terlupakan (bersama NOAH)

Demikian Biografi Iwan Fals, Sang Legenda musik Indonesia yang karya-karyanya dikenal tidak hanya kritis, namun juga humanis, patriotis, humoris, romantis, filosofis bahkan agamis. Namanya akan tercatat sebagai salah satu musisi terbesar Indonesia yang mengawali karir dengan mengamen. []

Loading...