Biografi Nadiem Makarim – Juragan Ojek Kaya Raya

Biografi Nadiem Makarim – Keberadaan alat transportasi memang sangat penting. Walaupun anda sudah memiliki kenderaan pribadi, namun kondisi kota besar yang sering didera kemacetan membuat transportasi umum menjadi alternatif bagi masyarakat.

Nadiem Makarim berhasil menangkap peluang dari kerumitan di jalanan umum dengan ide membuat sebuah layanan penyedia transportasi dan jasa online lainnya. Layanan tersebut bernama GO-JEK.

Kemunculan GO-JEK berhasil merevolusi jasa transportasi dengan memanfaatkan teknologi. Banyak orang yang penasaran dengan Kisah Sukses Pendiri GO-JEK, Sejarah Berdirinya GO-JEK, Kekayaan Pemilik GO-JEK, Istri Nadiem Makarim, berikut kami sajikan selengkapnya.

Biodata Nadiem Makarim
  • Nama Lengkap : Nadiem Makarim
  • Tempat dan Tanggal Lahir : Singapura, 4 Juli 1984
  • Agama : Islam
  • Orang Tua :  Nono Makarim (Ayah) dan Atika Algadri (Ibu)
  • Pasangan : Franka Franklin
  • Profesi : Founder dan CEO Gojek
Biografi Nadiem Makarim
Masa Kecil dan Pendidikan

Seperti yang terungkap dalam Biografi Nadiem Makarim, Nadiem Makarim dilahirkan di Singapura pada 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Makarim dan Atika Algadri. Nono Makarim berasal dari Pekalongan dan berprofesi sebagai  aktivis dan lawyer, sedangkan ibunya yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur merupakan seorang penulis lepas.

Nadiem menempuh pendidikannya dibeberapa tempat, SD ia tamatkan di Jakarta, pendidikan SLTA ia tamatkan di Singapura pada 2002. Selanjutnya ia berangkat ke Amerika melanjutkan pendidikan sarjananya di jurusan International Relations pada Brown University dan tamat pada 2006.

Setelah selama setahun mengikuti program foreign exchange di London School of Economics, Nadiem mengambil  pendidikan pasca sarjana pada Harvard Business University dan meraih gelar Master Business Administrasion (MBA).

Karir Nadiem Makarim

Pada tahun 2006, Nadiem Makarim mulai merintis karirnya dengan bekerja sebagai konsultan manajemen  di Mc Kinsey & Company, sebuah perusahaan konsultan manajemen multinasional. Nadiem bertahan selama tiga tahun di perusahaan yang didirikan oleh James O. McKinsey tersebut.

Kemudian, diketahui Nadiem pernah menjadi Co Founder dan menjabat sebagai Managing Editor di Zalora Indonesia, situs belanja online yang berjualan pakaian. Setelah itu, Nadiem pernah menjadi Chief Innovation Officer di Kartuku, perusahaan  startup penyedia layanan pembayaran non-tunai. Tidak puas dengan bekerja pada perusahaan orang lain dan merasa telah memiliki berpengalaman, ia memberanikan diri untuk membuat usaha sendiri.

Baca Juga :  Penemu Kamera - Ibnu Al-Haitham
Mendirikan Gojek

Dalam  Biografi Nadiem Makarim juga terungkap ide berdirinya GO-JEK. Sejarah Berdirinya GO-JEK dimulai dengan ide yang didapat Nadiem dari pengalamannya naik ojek. Sebagai seorang yang super sibuk, Nadiem merasa bahwa menggunakan kenderaan pribadi kurang praktis di Jakarta yang sering macet parah. Ia sering menggunakan ojek.

Nadiem mendapat ide bisnis GO-JEK  dari tukang ojek bahwa mereka susah mendapat pelanggan dan kebanyakan waktu mereka habiskan untuk nongkrong menungggu penumpang yang tidak pasti datang. Padahal jika banyak penumpang, penghasilan mereka pasti  bertambah.

Dari sinilah  Nadiem melihat peluang bahwa ojek dapat menjadi solusi transportasi yang cepat ditengah kemacetan di kota besar. Selain itu, ia menginginkan ojek bisa dipesan dimana dan kapan saja ketika dibutuhkan.

Biografi-Nadiem-Makarim

Logo GO-JEK

Akhirnya, pada tahun 2011 GO-JEK didirikan dan mulai beroperasi dengan 20 orang pengemudi. Untuk menghubungkan pengemudi dengan penumpang masih menggunakan Call Center, Jika pelanggan membutuhkan jasa pengemudi GO-JEK, mereka harus menghubungi nomor Call Center yang telah disediakan.

Perlahan tapi pasti, GO-JEK semakin tumbuh dan berkembang. Layaknya seperti Uber yang semakin populer kala itu, GO-JEK mulai dilirik oleh investor. GO-JEK juga mulai meluncurkan aplikasi untuk smartphone berbasis Andorid dan IOS untuk mengganti peran Call Center.

GO-JEK Mulai Mendapat Investor

Layanan GO-JEK mulai dikenal masyarakat dengan berbagai kemudahan ditawarkan. Melalui GO-JEK, Nadiem Makarim membuat orang berpergian menjadi mudah. Tidak hanya itu, layanan GO-JEK kemudian diperluas dengan jasa pengantaran makanan dan barang serta pembayaran online.

Prospek GO-JEK yang semakin baik membuat investor melirik bisnis Nadiem Makarim ini. Pada Juni 2015, GO-JEK dikabarkan mendapat suntikan dana dari NSI Ventures. Kemudian, menyusul Sequaio Capital dan DST Global yang berinvestasi.

Pada Agustus 2016, GO-JEK semakin seksi setelah secara resmi mengumumkan bahwa mereka diguyur dana dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya sebesar US$550 juta.

Nilai valuasi GO-JEK meningkat berkat kucuran dana dari investor dan menembus angka US$1,3 miliar , hal ini membuat GO-JEK menjadi unicorn pertama di Indonesia. Sebuah status bagi startup atau perusahaan rintisan yang bernillai lebih dari US$1 miliar.

Tahun 2018, kembali GO-JEK mendapat dana segar. Kali ini Google dikabarkan berinventasi di GO-JEK. Ini merupakan pertama kalinya Google berinvestasi untuk startup di Asia. Menurut Reuters, Google berinvestasi sebesar US$ 100 juta (1,3 triliun rupiah).

Baca Juga :  Profil dan Biografi Warren Buffett - Investor Ulung

Tidak berhenti sampai disitu saja, Astra Internasional juga mengucurkan dana kepada GO-JEK sebesar US$ 150 juta (2 triliun Rupiah). Kemudian, Djarum Group melalui PT Global Digital Niaga juga berinvestasi di GO-JEK dengan jumlah yang tidak diumumkan.

Perkembangan GO-JEK

Demi meningkatkan layanan, GO-JEK melakukan C42 Engineering beserta CodeIgnition pada Februari 2016 untuk kepentingan pengembangan aplikasi dan IT. Kemudian pada September 2016, GO-JEK mengakusisi Pianta, startup layanan kesehatan. Pada akhir 2016, GO-JEK mengakuisisi LeftShift, layanan pengembang aplikasi.

Kisah-sukses-pendiri-gojek

Aplikasi GO-JEK

Nadiem belum mau berhenti, ia ingin GO-JEK terus berekspansi. Pada akhir 2016 juga, GO-JEK mengakuisisi Ponselpay (Layanan financial technology) demi menjalan bisnis GO-PAY mereka. GO-PAY adalah layanan e-money milik GO-JEK.

Pada 2007, untuk memperkuat GO-PAY, Nadiem memutuskan untuk mencaplok tiga perusahaan financial technology, Kartuku, Midtrans, dan Mapan untuk memperkuat layanan GO-PAY. Selain itu, GO-JEK juga menghadirkan layanan GO-TIX setelah bergabungnya LOKET, layanan dibidang event management & ticketing. Lalu ada lagi PROMOGO, layanan pemasangan iklan dari GO-JEK. Pada Mei 2018, GO-JEK menghadirkan GO-Blue Bird dalam aplikasinya.

Tidak hanya di Indonesia, GO-JEK juga berniat ekspansi ke luar negeri. Hal ini diumumkan pada 24 Mei 2018, GO-JEK. GO-JEK mengkonfirmasi niat mereka untuk melebarkan sayap ke Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina. Mereka merogoh kocek senilai  US$ 500 juta untuk langkah bisnis tersebut.

Tak lama kemudian, GO-JEK meluncurkan GO-Viet di Vietnam dan GET di Thailand. Di Indonesia, GO-JEK telah tersedia di lebih 50 kota dengan 200 ribu mitra pengemudi.

Berkat ide dari Pendiri GO-JEK,  para penumpang yang super sibuk tidak perlu takut lagi terjebak macet. Demikian juga para tukang ojek, tidak perlu nongkrong seharian menunggu penumpang dipangkalan, cukup akses smartphone yang terinstal aplikasi GO-JEK.

Kisah Sukses Pendiri GO-JEK telah diwarnai dengan revolusi transportasi dengan kecanggihan teknologi mobile. Kesuksesan itu pula yang membuat pundi-pundi pendirinya semakin tebal. Menurut majalah Globe Asia, Kekayaan Nadiem Makarim diperkirakan senilai US$ 100 juta (Rp.1,5 triliun).

Demikian Biografi Nadiem Makarim, Pendiri GO-JEK yang telah sukses berkat ide cemerlangnya menjadikan ia juragan ojek yang menduduki peringkat 150 orang terkaya di Indonesia. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.