Biografi Pangeran Antasari dan Perjuangannya Melawan Belanda

Biografi Pangeran AntasariPangeran Antasari salah satu merupakan Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Kalimantan. Ia berjuang melawan penjajahan sampai titik darah penghabisan dan tidak pernah menyerah kepada Belanda. Pangeran Antasari berhasil menjalan amanah yang diberikan oleh rakyat Banjar dan suku-suku Dayak kepadanya. Berikut kami sajikan sedikit perjuangan Pangeran Antasari, profil dan kisah hidupnya.

Biodata Pengeran Antasari

  • Nama Populer : Pangeran Antasari
  • Nama Kecil : Gusti Inu Kartapati
  • Gelar : Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin
  • Tempat/ Tanggal Lahir : Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, 1797 atau 1809
  • Orang Tua : Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir (Ayah) dan Gusti Khadijah binti Sultan Sulaiman(ibu)
  • Pasangan : Putri Antasari dan Nyai Fatimah
  • Anak : Panembahan Muhammad Said, Sultan Muhammad Seman, Putri Kaidah dan Putri Hasiah

Biografi Pangeran Antasari

Pangeran Antasari  dilahirkan di wilayah Kesultanan Banjar, tanggal lahir Pangeran Antasari tidak ketahui secara pasti, terdapat dua versi tahun lahirnya di Wikipedia yaitu 1797 atau 1809. Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir. Kakek Pangeran Antasari, pangeran Amir sebenarnya adalah seorang pewaris tahta kerajaan, namun ia disingkirkan Pangeran Nata (Wali nya) pada tahun 1785 yang mendapat dukungan dari Belanda. Sedangkan ibunya bernama Gusti Khadijah binti Sultan Sulaiman.

Semasa masih muda, namanya adalah Gusti Inu Kartapati. Setelah menjabat sebagai Sultan Banjar, ia mendapat gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Ia mempunyai 11 orang anak yang terdiri dari 3 putra dan 8 orang putri.

Memimpin Kerajaan Banjar

Disamping sebagai bangsawan di Kerajaan Banjar, Pangeran Antasari merupakan tokoh yang kharismatik dan dihormati serta dianggap pemimpin tidak hanya oleh suku Banjar. Ia juga dianggap sebagai pemimpin oleh suku lain seperti Sihong, Kutai, Pasir, Murung, Bakumpai, Ngaju, Maanyan, Siang dll, baik dikalangan yang beragama islam maupun Kaharingan.

Biografi_pangeran-antasari

Lukisan Pangeran Antasari

Setelah Sultan Hidayatullah ditipu dan diasingkan oleh Belanda ke Cianjur, maka Pangeran Antasari melanjutkan perjuangan rakyat Banjar. Pangeran Antasari diangkat menjadi Sultan Banjar berdasarkan kesepakatan seluruh rakyat, para panglima Dayak, para pejuang, para ulama serta para bangsawan Banjar. Ia didaulat sebagai Sultan Banjar pada 14 Maret 1862 M/ 13 Ramadhan 1278 H di hadapan tokoh-tokoh suku Dayak dan Banjar dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.

Baca Juga :  Biografi KH Ahmad Dahlan- Pendiri Muhammadiyah

Dengan amanah menjadi Sultan Banjar kepadanya, maka ia kembali melanjutkan perjuangan rakyat Banjar melawan penindasan Belanda. Ia berkomitmen untuk melaksanakan amanah rakyat dengan rasa  penuh tanggung jawab, baik kepada Allah SWT maupun kepada sekalian rakyat Banjar..

loading...
Perjuangan Pangeran Antasari

Pada 25 April 1859 perang Banjar pecah, Pangeran Antasari bersama dengan 300 pengikut setianya mulai menyerang pertambangan batubara milik Belanda di Pengaron. Selanjutnya, berbagai peperangan terus terjadi di wilayah kesultanan Banjar. Pangeran Antasari bersama dengan para panglima dan pasukannya terus memberi tekanan ke pos-pos Belanda seperti di Martapura, Tabalong dan daerah disekitaran sungai Barito hingga Puruk Cuhu.

Peperangan yang berkobar semakin hebat di berbagai medan membuat Belanda mendatangkan bala bantuan dari Batavia. Berbekal pasukan yang lebih besar dan peralatan tempur yang lebih modern membuat pasukan Pangeran Antasari terdesak. Pangeran Antasari terpaksa memindahkan pusat pertahanannya ke Muara Teweh.

Berbagai cara dilakukan Belanda untuk meredam perjuangan Pangeran Antasari dan pengikutnya. Belanda mencoba membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun dengan tegas ia menolak tunduk kepada Belanda dan kemerdekaan adalah tujuan utamanya. Hal itu tertuang dalam kutipan surat Pangeran Antasari tertanggal 20 juli 1861 pada kepada Letkol Gustave Verspijck di Banjarmasin.

….dengan tegas kami terangkan kepada tuan: Kami tidak setuju terhadap usul minta ampun dan kami berjuang terus menuntut hal pusaka (kemerdekaan)….

Kemudian, Belanda pernah menawarkan hadiah 10.000 gulden kepada siapa saja yang mampu membunuh atau menangkap Pangeran Antasari. Namun, strategi ini juga tidak berhasil karena tidak ada yang mau menerima tawaran Belanda.

Dalam perjuangan rakyat Banjar melawan Belanda, terdapat beberapa orang yang tidak pengampunan dari pihak Belanda, yaitu :

  • Pangeran Antasari dan anak-anaknya
  • Demang Lehman (Panglima Perang Kesultanan Banjar)
  • Amin Oellah
  • Soero Patty (Panglima Perang dari Suku Dayak) dan keluarganya
  • Kiai Djaya Lalana
  • Goesti Kassan dan keluarganya
Baca Juga :  Biografi Jenderal Sudirman, Sosok Jenderal yang Sakti
Pahlawan Nasional

Pangeran Antasari berjuang tidak kenal kompromi, ia tidak mau berunding dengan Belanda apalagi menyerah. Ia tahu bahwa bujuk rayu Pemerintah Koloni Belanda hanya sebuah tipuan. Pangeran Antasari berjuang hingga akhir hayatnya. Ia wafat ditengah-tengah pasukannya pada 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang (sebuah wilayah di Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah).

Sebelum wafat, Pangeran Antasari sempat terserang sakit paru-paru dan cacar pasca terjadinya bentrokan bersenjata di bawah kaki Bukit Bagantung. Perjuangan Pangeran Antasari di lanjutkan oleh puteranya, Muhamman Seman yang merupakan anak dari hasil perkawinannya dengan  Nyai Fatimah.

Jenazah Pangeran Antasari sempat terpendam selama hampir 91 tahun di kawan hulu sungai Barito. Atas inisiatif masyarakat Banjar dan persetujuan keluarga, diangkatlah kerangka Pangeran Antasari dari sungai pada 11 November 1958. Beberapa bagian tubuhnya yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut dan beberapa helai rambut. Kerangka tersebut kemudian dimakamkan secara lebih layak di Taman Makam Perang Banjar di Banjarmasin.

Pemerintah Republik Indonesia memberi gelar Pangeran Antasari sebagai Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan melalui Surat Keputusan No. 06/TK/1968 tanggal 27 Maret 1968. Namanya diabadikan pada Korem 101/Antasari dan juga sebagai julukan bagi Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Bumi Antasari. Selain itu, Pemerintah RI melalui Bank Indonesia mencetak uang kertas pecahan Rp 2.000 untuk mengabadikan nama dan gambar Pangeran Antasari dan mengenalkan Pangeran Antasari kepada generasi selanjutnya.

Demikian Biografi Pangeran Antasari Sang Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan dari bumi Kalimantan yang berjuang tanpa pernah menyerah kepada kaum penjajah. Semoga semangat perjuangannya menular kepada generasi muda Indonesia. [ ]

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.