Biografi Pendiri Bukalapak – Achmad Zaky

Sukses Membantu UKM

Biografi Pendiri Bukalapak – Jika di Tokopedia kita mengenal William Tanuwijaya sebagai founder, maka di Bukalapak ada sosok Achmad Zaky sebagai pendiri Bukalapak, situs e-commerce papan atas di Indonesia. Butuh perjuangan dari Achmad Zaky untuk membesarkan Bukalapak hingga menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia setara dengan Tokopedia.

Kesuksesan Achmad Zaky bersama Bukalapak membuatnya masuk sebagai salah satu teknopreneur yang diperhitungkan di Asia Tenggara. Berikut kami sajikan Profil dan Biografi serta Kisah Sukses Achmad Zaky Pendiri Bukalapak.

Biodata Achmad Zaky
  • Nama Lengkap : Achmad Zaky Syaifuddin
  • Tempat Lahir :  Sragen, 24 Agustus 1986
  • Agama  : Islam
  • Profesi : Founder dan CEO Bukalapak
  • Pendidikan : Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (2004)
  • Pasangan : Diajeng Lestari
  • Anak : Laiqa Anzani
Biografi Pendiri Bukalapak
Masa Kecil

Seperti yang terungkap dalam Biografi Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak ini lahir di Sragen, Jawa Tengah, 24 Agustus 1986. Orang tuanya berprofesi sebagai guru SMP.  Achmad Zaky mengaku bahwa orang tuanya bukan orang kaya namun ia merasa beruntung mereka sangat mengutamakan pendidikan baginya.

Pendiri Bukalapak ini mengaku bahwa ia bukan anak paling pintar dikampungnya. Namun, bakat dibidang komputer telah ada sejak kecil pada dirinya. Dia telah tertarik dengan komputer sejak masih di SD. Adalah pamannya yang sering memberinya buku-buku tentang komputer sehingga muncul ketertarikan dalam diri Achmad Zaky kecil.

Sejak kecil Achmad Zaky sudah akrab dengan dunia pemograman yang ilmunya didapat dari buku. Salah satu prestasinya dibidang komputer ketika masih anak sekolahan adalah ketika ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Solo. Achmad Zaky mewakili sekolahnya di kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan ia menjadi juara.

Diterima Kuliah di ITB

Tahun 2004, Achmad Zaky diterima di salah satu perguruan tinggi bergengsi di Indonesia, Institut Teknologi Bandung. Ia kuliah di jurusan Teknik Informatika. Sebagai anak dari daerah, Achmad Zaky mengaku bahwa kuliah di ITB tidaklah mudah, ia sempat tidak percaya diri karena di sana banyak mahasiswa pintar.

Achmad Zaky melewati semester pertamanya dengan IP 4.00. Walau begitu, Achmad Zaky mengaku bahwa ia tidak terlalu pintar namun ia sengaja bergaul dengan teman-temannya yang pintar sehingga ia bisa belajar dari mereka. Salah satu temannya ya ia akui pintar adalah Fajrin Rasyid yang kemudian menjadi temannya mendirikan Bukalapak dan menjabat CFO.

Baca Juga :  Biografi Pangeran Antasari dan Perjuangannya Melawan Belanda

Selain kegiatan akademis, Achmad Zaky juga terlibat dalam organisasi kemahasisawaan. Ia tercatat sebagai salah satu pencetus lahirnya cabang ShARE Global Student Think-Tank di ITB. Ia juga punya andil membentuk Entrepreneur Club ITB yang akhirnya menjadi  Technoentrepreneur Club (TEC ITB). Selain itu, Achmad Zacky juga menyibukkan dirinya di Amateur Radio Club (ARC) ITB.

Dalam Biografi Pendiri Bukalapak ini disebutkan bahwa selama kuliah di ITB, Achmad Zaky tercatat meraih beberapa prestasi, ia berhasil menjadi juara dibeberapa ajang tingkat nasional. Pada 2007, ia tercatat pernah juara II di Indosat Wireless Innovation Contest.

Ia Kemudian membuat sebuah software yang digunakan untuk perhitungan cepat dalam sebuah survey bernama MobiSurveyor. Prestasi lainnya adalah pada tahun 20018 meraih Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards).

Tahun 2008, Achmad Zaky mendapat beasiswa dari Pemerintah Amerika  untuk belajar di Oregon State University. Pada 2009, Achmad Zaky dikirim atas nama ITB dalam ajang ajang Harvard National Model United Nations 2009 di Amerika.

Mendirikan Bukalapak

Setelah lulus kuliah di ITB, Achmad Zaky mulai merintis karirnya di bidang teknologi komputer, ia pernah menjadi partner perusahaan besar. Kemudian, ia juga pernah terlibat project pembuatan perangkat lunak quick count atau penghitungan cepat hasil pemilu orderan dari tv swasta.

Inspirasi mendirikan Bukalapak di dapat ketika pulang kampung sebentar setelah lulus. Ia melihat tetangga dikampungnya yang memiliki usaha kecil, namun pendapatannya tidak meningkat dari tahun ke tahun. Achmad berinisiatif menciptakan software yang bisa membuka kesempatan kepada usaha kecil untuk berkembang lebih besar.

Kemudian Achmad Zaky mencari nama dan domain untuk proyeknya ini. Dari ratusan nama yang ia nominasikan, terpilihlah nama Bukalapak.com yang harga domainnya cuma Rp. 90.000. Nama Bukalapak mencerminkan misi dari software ini yang menginginkan siapapun dapat menggelar tikar atau lapak untuk berjualan di internet.

Biografi-pendiri-bukalapak

Logo Bukalapak

Untuk memuluskan rencana besarnya, Achmad Zaky berusaha mencari partner karena tidak mungkin ia bekerja sendiri. Ia mengaku tidak banyak yang tertarik dengan konsep Bukalapak, namun ia tak menyerah. Akhirnya ia bertemu dengan Xinuc, teman SMA nya yang suka mengoprek komputer. Xinuc sangat bersemangat dengan ide tersebut.

Baca Juga :  Biografi Elon Musk - Pria dibalik Paypal dan SpaceX

Achmad Zaky mulai merancang software bersama Xinuc dikamar kosan mereka. Akhirnya Bukalapak online di Januari 2010, namun tidak ada yang mengunjungi situs mereka. Mereka mulai mencari pedagang yang mau bergabung dengan Bukalapak, namun tidak banyak yang tertarik.

Mereka terus berusaha mencari pelapak untuk menjadi mitra Bukalapak, hingga 1 tahun kemudian mereka berhasil memiliki 10 ribu UKM yang berjualan di Bukalapak.

Sukses Bersama Bukalapak

Seiring waktu yang berjalan, Bukalapak akhirnya menjadi salah satu marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli terbesar di Indonesia. Di awal 1017, terdapat 2,2 juta UKM yang bergabung dengan Bukalapak.  Bukalapak memang memberi kemudahan kepada pedagang kecil dan menengah untuk dapat mendapat pasar yang lebih besar dan jangkauan lebih luas.

Perkembangan pesat Bukalapak ternyata menaik minat penanam modal untuk berinvestasi di Bukalapak. Beberapa Investor yang menanamkan modalnya di Bukalapak antara lain MJ Investment, 500 Startups, Batavia Incubator serta EMTEK Group.

Nilai valuasi Bukalapak pun semakin meningkat, pada awal 2018 Bukalapak resmi menjadi unicorn baru menyusul Tokopedia dan GO-JEK setelah manajemen Bukalapak mengkonfirmasi bahwa valuasi Bukalapak telah melewati angka US$ 1 miliar.

Nilai transaksinya menyentuh Rp 4 triliun per bulan pada penghujung tahun 2018. Aplikasi Bukalapak di Playstore telah didownload telah didownload lebih dari 10 juta kali.

Kesuksesan Bukalapak menjadi sebagai salah satu situs belanja online terbesar di Indonesia berbading lurus dengan Achmad Zaky yang kemudian dianggap sebagai satu enterpreneur tersukses. Ia masuk dalam 10 Technopreneur Under 30th yang paling berpengaruh di kawan Asia.

Selain itu, Pendiri Bukalapak ini juga mendapat anda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan pada 21 Jui 2016. Penghargaan ini merupakan tanda apresiasi dari negara karena jasanya dan menjadi teladan bagi banyak orang serta turut memajukan perekonomian UKM.

Dari segi materi, Achmad Zaky menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Menurut Majalah Globe Asia, harta kekayaan pendiri Bukalapak.com ini mencapai US$ 100 juta atau sekitar Rp. 1,5 triliun. Ia menduduki peringkat ke 149 dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

Demikian Kisah Sukses, Profil dan Biografi Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky yang sangat menginspirasi. Semoga bermanfaat. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.