Biografi SBY – Profil Presiden Dua Periode

Biografi SBYSusilo Bambang Yudhoyono atau akrab disebut SBY merupakan Presiden Republik Indonesia pertama dipilih langsung oleh rakyat Indonesia pada Pemilu Presiden tahun 2004. SBY yang memiliki latar belakang militer berhasil terpilih menjadi Presiden selama dua periode pada 2005-2009 dan 2009-2014.

Kiprah Susilo Bambang Yudhoyono muda merintis karir hingga kemudian berhasil menjadi salah satu sosok penting dalam sejarah bangsa Indonesia menarik untuk disimak. Berikut kami bahas secara singkat.

Biodata SBY
  • Nama Lengkap : Susilo Bambang Yudhoyono
  • Tempat dan Tanggal Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
  • Orang Tua : Sukotjo (Ayah) dan Siti Habibah (Ibu)
  • Pasangan : Kristiani Herrawati
  • Anak : Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono.
  • Agama :  Islam
  • Profesi : Pensiunan TNI dan Politikus
Biografi SBY Atau Susilo Bambang Yudhoyono
Kehidupan Awal

Seperti yang terungkap dalam Biografi Susilo Bambang Yudhoyono, ia dilahirkan di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, pada 9 September 1949 dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Ayahnya merupakan seorang pensiunan tentara dengan pangkat letnan satu, ibunya merupakan putri seorang pendiri pondok pesantren di Pacitan.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ungkapan tersebut berlaku juga bagi SBY, sejak kecil SBY bercita-cita berprofesi sebagai tentara seperti ayahnya. Sejak kelas 5 di sekolah dasar  SBY sudah mengenal Akademi Milter (AKABRI pada waktu itu) yang berada di Magelang. Pada usia 19 tahun, SBY tamat SMA DI Pacitan, namun ia terlambat mendaftar di AKABRI.

SBY sempat mendaftar dan kuliah di Institut 10 November Surabaya (ITS). Namun tidak berlangsung lama, SBY justru justru tertarik masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) sambil mempersiapkan kembali untuk masuk AKABRI di Magelang

Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono

SBY menikah dengan Kristiani Herrawati atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ani Yudhoyono, putri ketiga dari Jenderal (Purn) Sarwo Edhi (salah seorang tokoh militer Indonesia). Mereka menikah pada 30 Juli 1976 ketika SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik.

Dari hasil perkawinan ini, SBY dikaruniai dua orang putra, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskhoro Yudhoyono. Seperti SBY, Agus juga sempat menjadi anggota TNI sampai ia mundur dan terjun kedunia politik. Sementara, Edhie lebih dulu berkecimpung didunia politik dengan menjadi pengurus Partai Demokrat.

Pendidikan Militer

Tahun 1970, dalam usia 21 tahun, SBY akhirnya masuk AKABRI di Magelang, Jawa Tengah. Selama mengikuti pendidikan di AKABRI, SBY adalah taruna yang cerdas, rajin dan disiplin. Hasilnya berbuah manis, pada tahun 1973, SBY berhasil lulus sebagai lulusan terbaik dengan mendapat Adhi Makayasa, dan mendapat penghargaan Tri Sakti Wiratama sebagai prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan kecerdasan intelektual seorang taruna.

Baca Juga :  Biografi Soeharto - Presiden Terlama di Indonesia

SBY melanjutkan pendidikan militernya di Amerika Serikat. Ia belajar Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), kemudian di Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dan selanjutnya belajar di  Jungle Warfare Training di Panama (1983).

Merasa belum cukup, SBY Kemudian belajar kembali di Kursus Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), SESKOAD di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.

Karir Militer

Berbicara karir militer SBY, maka kita akan disodorkan sebuah daftar yang sangat panjang tentang perjalanan seorang Susilo Bambang Yudhoyono merintis karirnya di dunia militer.

Pada awal karirnya, SBY bertugas di Kostrad. Ia menjadi Dan Tonpan di Linud 330 Kostrad (1974-1976) dan Yonif 305 Kostrad (1976-1977), kemudian menjadi Dan Ton Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Pada 1977-1978, SBY menjabat Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad dan tahun 1979-1981 diangkat menjadi Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad dan selanjutnya menjadi Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)

Setelah sempat menjadi Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), SBY kemudian menjabat sebagai Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) serta Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988). Setelah mengikuti pendidikan di SESKOAD dan menjadi lulusan terbaik, SBY kemudian menjadi Dosen Seskoad (1989-1992).

Ketika KSAD dijabat oleh Jenderal Edi Sudradjat, SBY bertugas di Dinas Penerangan TNI-AD. Pada 1993, SBY ditarik ke Mabes ABRI dan menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat.

Pada tahun 1993-1994, SBY menjabat sebagai Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad. Setelah menjadi Asops Kodam Jaya pada periode 1994-1995, SBY sempat sebentar menjadi Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro.

Masih ditahun 1995, SBY dikirim sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) di Bosnia Herzegovina. Setelah kembali ke tanah air, SBY diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya pada 1996 selama 5 bulan.

Baca Juga :  Profil dan Biografi Jusuf Kalla - Tokoh Nasional Panutan

Tahun 1996-1997, SBY menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Tahun 1998, SBY  menjadi Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) dan selanjutnya menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Karir Politik

SBY mulai terjun ke dunia politik sejak menjadi anggota MPR, kemudian SBY diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi di Kabinet era Presiden Abdurrahman Wahid pada 29 Oktober 1999. Kemudian pada 26 Oktober 1999, SBY diangkat sumpahnya sebagai Menko Polsoskam (Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan).

Akibat ketegangan politik antara eksekutif dan legislatif, SBY mundur sebagai Menko Polsoskam dari pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. SBY sempat ditawari sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan, namun ia menolaknya.

Pada masa Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI, tepatnya 10 Agustus 2001, Susilo Bambang Yudhoyono dipercaya sebagai Menko Polkam (Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan).

Namun, SBY hanya bertahan sekitar 2,8 tahun menjabat sebagai pembantu Megawati di Kabinet Gotong Royong, ia memilih mundur pada 11 Maret 2004.

Menjadi Presiden RI

Langkah politik SBY semakin mantap ketika ia mendirikan Partai Demokrat pada 9 September 2002, SBY telah mempunyai kenderaan politik siap mengantarnya lebih jauh lagi dalam kancah perpolitikan di Indonesia.

Melihat geliat partai Demokrat sebagai partai baru yang berhasil meraih 7,45 % suara pada Pemilu Legislatif 2004, SBY mencalonkan diri sebagai Calon Presiden RI berpasangan dengan Jusuf Kalla. SBY dan JK diusung oleh Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan serta Partai Bulan Bintang.

Pada Pemilu Presiden putaran pertama tanggal 5 Juli 2004, SBY-JK meraih 33,57 % suara dan maju pada putaran  kedua bersaing dengan pasangan Megawati Soekarnoputri dan Kyai Hasim Muzadi. SBY-JK keluar sebagai pemenang dengan raihan 60,62 % suara dan berhak menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2004-2009.

Tahun 2009, SBY kembali maju sebagai calon petahana berdampingan dengan Boediono untuk mengikuti Pemilu Presiden 2009. SBY meneghadapi pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Dalam pemungutan suara yang dilaksanakan pada 8 Juli 2009, pasangan SBY-Boediono mengungguli lawan-lawannya dengan maraih suara mayoritas sebesar 60,80 % dan kembali menjadi Presiden RI untuk yang ke dua dengan masa bakti 2009-2014.

Selain sebagai presiden, SBY juga aktif sebagai Ketua Umum Parta Demokrat mulai 30 Maret 2013 hingga sekarang.

Demikian Profil dan Biografi SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono, semoga bermanfaat dan memberi inspirasi. [ ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.