Biografi Soeharto – Presiden Terlama di Indonesia

The Smiling General

biografi-soeharto

Biografi Soeharto – Kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan dari para pahlawan dan doa seluruh rakyat Indonesia kala itu. Peranan para pejuang untuk suatu kebebasan sangatlah vital.

Mulai dari masa penjajahan, kemerdekaan hingga pasca merdeka memiliki cerita dan kisah yang berbeda. Terutama pada kepemimpinan Ir. Soekarno dan beralih ke Soeharto sebagai presiden kedua Republik Indonesia.

Jika selama ini kita sudah mendengar banyak tentang bagaimana Soekarno mengusir penjajah dan juga memimpin Indonesia, kali ini Soeharto sebagai orang yang pernah memimpin Indonesia juga patut kita kenang.

Bagaimana perjalanan hidupnya? Bagaimana perjuangannya kala itu? Simak dalam Biografi Soeharto berikut ini.
Mengingat bagaimana kepemimpinan Soeharto tidak akan lepas dari tragedi 98. Soeharto dinobatkan sebagai presiden dengan jabatan terlama yaitu 32 tahun mulai dari 1967-1998.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto merupakan pemimpin militer di masa kedudukan Jepang dan Belanda dengan pangkat terakhirnya Mayor Jenderal. Sebelum berusia 40 hari, ayah Soeharto dulunya sempat mentalak sang ibu yang mana akhirnya Ibu Soeharto menikah lagi dengan Pramono dan memiliki 7 anak.

Soeharto yang tinggal dengan kakeknya semakin besar. Ia bersekolah di usia 8 tahun meski harus sering berpindah. Dari banyak cerita, setelah adanya pengunduran diri sebagai Presiden waktu itu keluarga dari Soeharto ini menjadi bulan-bulanan. Semua masalah dan keburukan pada pemerintahan ditimpakan pada Soeharto. Terlepas dari benar tidaknya cerita yang ada, mantan presiden Soeharto memiliki andil besar dalam memimpin Indonesia waktu itu.

Biografi Soeharto Lengkap

1. Profil Soeharto dan Keluarga

Nama lengkap dari Soeharto adalah Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Tempat lahir nya adalah di Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Sementara ia meninggal di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008 dan dimakamkan di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Karirnya di bidang politik memang banyak dibicarakan terutama tentang kebijakan dan juga cara memimpin Indonesia saat menjabat sebagai Presiden.

Soeharto memiliki istri bernama Sukirah. Sementara Ayah kandungnya bernama Ketosudiro dan Ibunya bernama Sukirah. Soeharto memiliki 6 anak yaitu Siti Harijanti Rukmana, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra dan Juga Siti Hutami Endang Adiningsih.

biografi-soeharto-singkat

Soeharto dan Keluarga

Soeharto menikah di tanggal 26 Desember 1947 dengan Tien Soeharto. Istrinya merupakan putri dari seorang wedana di Solo yang bernama KRMT Soemoharyono. Ketika menikah, Soeharto masih berusia 26 tahun sementara sang istri berusia 24 tahun. Dari pernikahan inilah ada 6 anak dalam keluarga mereka.

Baca Juga :  Biografi Jokowi – Mantan Tukang Kayu yang Menjadi Presiden

Ketika berusia 40 hari, Ayah Soeharto memang menceraikan sang ibu. Soeharto tinggal dengan kakek dari Ibu yang bernama Mbah Atmosudiro. Soeharto memang sempat berpindah-pindah. Ia juga pernah tinggal dengan bibinya yang menikah dengan seorang mantri tani bernama Prawirowihardjo di Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

2. Pendidikan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa tempat tinggal Soeharto memang berpindah-pindah. Hal ini berpengaruh pada pendidikan yang didapatkannya semasa kecil. Awalnya bersekolah di SD DesaPuluhan, Godean. Namun karena Ibu dan ayah tirinya pindah ke Kemusuk Kidul maka berpindahlah SD ke SD Pedes Yogyakarta. Kemudian ayahnya juga memindahkan Soeharto kerumah bibinya dan melanjutkan Sekolah Rendah di Wonogiri. Setelah berusia 14 tahun, Soeharto akhirnya tinggal di rumah teman ayahnya bernama Harjowijono.

Soeharto memutuskan untuk kembali lagi ke Kemusuk dan melanjutkan pendidikan ke SMP Muhammadiyah Yogyakarta. Barulah setamat SMP ia melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi tapi ternyata terkendala masalah ekonomi orang tua. Di tanggal 1 Juni 1940, Soeharto ternyata diterima di sekolah Bintara di Gombong, Jawa Tengah. Ia sempat menjalani masa pelatihan dasar dan lulus serta menerima pangkat kopral. Terpilih menjadi prajurit teladan. Barulah di tanggal 5 Oktober 1945, Soeharto akhirnya resmi sebagai anggota TNI.

3. Karir

Karir yang dimiliki Soeharto memang berada di bidang kemiliteran. Apalagi jika melihat kisahnya, Soeharto sendiri tidak mampu melanjutkan sekolah karena masalah ekonomi dari kedua orang tuanya. Karier kemiliteran Soeharto ini dimulai dari pangkat sersan tentara KNIL. Akhirnya di masa penjajahan Jepang ia menjadi komandan PETA. Setelah itu barulah menjadi komandan resimen dan pangkat Mayor serta menjabat sebagai komandan Batalyon dengan pangkat Letnal Kolonel.

Di tanggal 1 Maret 1949, Soeharto sendiri ikut serta dalam serangan umum yang mana pada waktu itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX juga menyaran kan agar Brigade X pimpinan Letkol Soeharto melakukan serangan umum ke Yogyakarta. Saran ini diberikan pada Panglima Besar Soedirman. Perintahnya adalah menduduki kota selama kurang lebih 6 jam untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia masih berdiri dan masih ada. sementara di tanggal 2 Januari 1962 ini Soeharto diangkat menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Lalu di tanggal 14 Oktober 1965 ia menjadi Menteri Panglima Angkatan Dara dan membubarkan PKI dan ormasnya.

Baca Juga :  Biografi Erick Thohir – Pengusaha Muda Sukses

Sementara di tanggal 11 Maret 1966, Jenderal Amir Machmud, Jenderal M Yusuf melalui Jenderal Basuki Rachmat, Soeharto menerima adanya surat dari Presiden Soekarno dan dikenal sebagai supersemar. Isinya tentang pemberian kekuasaan pada Soeharto untuk bisa mengambil tindakan agar terjamin keamanan, ketenangan serta kestabilan pemerintah. Momen penting lainnya adalah di tanggal 12 Maret Soeharto berhasil membubarkan PKI dan menyatakan bahwa PKI merupakan partai terlarang di Indonesia.

Selang beberapa waktu, dalam biografi Soeharto disebutkan bahwa di tanggal 12 Maret 1967, Soeharto ditetapkan sebagai Presiden oleh MPRS. Lalu di tanggal 27 maret 1968, ia secara resmi menjadi Presiden bahkan merangkap sebagai Menteri Pertahanan. 10 Juni 1968, Soeharto menyusun kabinet yang diberi nama kabinet pembangunan.

Terpilih lagi menjadi presiden di tanggal 23 Maret 1973. Sementara diangkat kembali sebagai presiden ketiga kalinya tanggal 22 Maret 1978. Sampai 7 kali menjabat sebagai presiden, akhirnya ia mengundurkan diri di tanggal 21 Mei 1008 dan disiarkan langsung melalui televisi. Pengunduran diri sebagai presiden ini setelah adanya demonstrasi besar-besaran, tekanan politik dan militer hingga adanya kerusuhan dan tragedi Trisakti di tanggal 12 Mei 1998.

4. Penghargaan

Selama masa hidupnya, meski memiliki banyak gonjang-ganjing di kepemimpinannya. Tetapi Soeharto ini memiliki penghargaan yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Di bulan September 1992, Soeharto terpilih sebagai ketua GBN dengan periode 1992-1995.

Sementara masukan tentang suara negara-negara selatan menjadi masukan yang berharga untuk banyak wakil masyarakat di dunia yang sedang menyusun tatanan dunia. Soeharto juga menerima medali emas Avicenna dari Unesco karena dedikasinya dan tanggung jawab yang tinggi di Indonesia dalam bidang pendidikan. Soeharto juga mendapat nama Muhammad dari Raja Fahd. Sementara Ny Tien Soeharto mendapat nama Fatimah.

Biografi Soeharto menjadi catatan penting dalam masa pembangunan Indonesia pasca kemerdekaan. Bahkan tidak bisa dipungkiri kontribusi Soeharto ketika menjadi presiden tetaplah mampu memimpin Indonesia kala itu. Terlepas dari apapun yang dibicarakan oleh berbagai pihak tentang Soeharto, jasanya memimpin selama menjadi Presiden adalah untuk bangsa dan negara.

Demikian artikel tentang Biografi Soeharto, semoga dapat menjadi inspirasi bagi pembaca sekalian []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *