Biografi Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia

Mengenal Sosok Sang Proklamator

biografi-soekarno

Biografi SoekarnoSoekarno merupakan sosok pahlawan yang akan selalu diingat oleh bangsa Indonesia. Menjadi presiden pertama dan pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan. Keberaniannya melawan penjajah merupakan satu bukti kecintaannya terhadap tanah air.

Tak heran jika para pemuda penerus bangsa sekarang ini memang harus meneladani sikap patriotisme yang dimilikinya. Untuk mengenal sosok Soekarno lebih dekat, biografi Soekarno ini akan mengantar kita pada alasan mengapa pahlawan yang satu ini begitu dielukan.

Dengan kepintaran dan juga keberanian yang dimiliki, Soekarno berhasil membangkitkan semangat para pemuda dan seluruh bangsa Indonesia pada masa penjajahan agar berani untuk bertarung. Semangat 45, begitu mereka menyebut bagaimana Soekarno mengusir penjajah bersama dengan pahlawan lainnya. Hingga saat ini masih terngiang betul dan banyak cerita yang menggambarkan sosok Soekarno sebagai bapak bangsa untuk Indonesia.

Profil Soekarno

  • Nama Lengkap : Ir. Soekarno
  • Nama Kecil : Koesno Sosrodihardjo
  • Panggilan : Bung Karno
  • Tempat/ Tanggal Lahir : Surabaya, 6 Juni 1901
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Raden Soekemi Sosrodihardjo/ Ida Ayu Nyoman Rai
  • Istri : Oetari (1921–1923), Inggit Garnasih (1923–1943), Fatmawati (1943–1956), Hartini (1952–1970) Kartini Manoppo (1959–1968), Ratna Sari Dewi (1962–1970), Haryati (1963–1966), Yurike Sanger (1964–1968), Heldy Djafar (1966–1969.
  • Anak : Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputri (dari Fatmawati). Karina Kartika Sari Dewi, Soekarno (dari Ratna Sari Dewi), Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra (dari Hartini), Ayu Gembirowati (Haryati),Totok Suryawan Soekarnoputra (dari Kartini Manoppo).

Biografi Soekarno

Masa Kecil dan Pendidikan

Presiden pertama republik Indonesia, Soekarno merupakan sosok bapak bangsa yang diakui di tingkat dunia untuk keberaniannya dalam mengusir penjajah. Sejak muda sudah dikenal sebagai orang yang gemar berorganisasi.

Nama asli yang pernah dimilikinya adalah Koesno tetapi karena sering jatuh sakit, orang tuanya mengganti dengan nama Soekarno. Nama ini diubah di usianya yang masuk angka 11 tahun. Soekarno meninggal pada tanggal 21 Juni 1970.

biografi-soekarno-lengkap

Soekarno Muda – Foto : Wikipedia

Tempat dimana Soekarno menempuh pendidikan juga penting untuk kita ketahui. Pada saat ada di bangku SD, Soekarno bersekolah di SD EerteInlandse School Mojokerto.

Meski akhirnya pindah ke SD Europeesche Lagere School atau ELS Mojokerto di tahun 1911. Sementara di tahun 1911 – 1915, ia melanjutkan ke Hoogere Burger School HBS Mojokertodan juga menyelesaikan pendidikan di ITB pada tahun 1921 yang dulunya bernama Technische Hoge School, Bandung.

Karir Soekarno

Organisasi

Presiden pertama republik Indonesia, Soekarno merupakan sosok bapak bangsa yang diakui di tingkat dunia untuk keberaniannya dalam mengusir penjajah. Sejak muda sudah dikenal sebagai orang yang gemar berorganisasi.

Biografi Soekarno tak lepas dari bagaimana riwayat karir yang dimilikinya. Pernah menjadi aktivis di berbagai organisasi seperti Aktivis Tri Koro Dharmo tahun 1916. Aktivis Jong Java di tahun 1918, Penulis di Harian Oetama Hindia. Sementara di tahun 1926 ia juga sebagai pendiri AlgemeneStudie Club, aktivis di Partai Indonesia tahun 1932 hingga pada akhirnya menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia dari mulai tahun 1945 hingga 1967.

Politik

Masa Pendudukan Jepang

Meski pada awalnya kurang mendapat perhatian, namun hal ini berbeda pada akhir masa penjajahan Jepang. Pemerintah PenduduKan Jepang mulai memperhatikan dan memanfaatkan para tokoh nasional seperti Soekarno untuk mencuri perhatian dari rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Biografi Sandiaga Uno - Pengusaha dan Politikus Sukses

Walau ada beberapa tokoh yang memilih gerakan bawah tanah, namun Soekarno termasuk para tokoh nasional yang memilih berjalan beriringan dengan pemerintahan pendudukan Jepang dalam merintis kemerdekaan Indonesia. Dalam sebuah pidato, Soekarno mengatakan bahwa meski bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang, namun sebenarnya rakyat Indonesia mengandalkan kekuatan sendiri.

Soekarno terlibat dan aktif dalam merumuskan dasar-dasar negara seperti Pancasila dan UUD  1945  serta merumuskan teks proklamasi.

Kedekatannya dengan pemerintahan pendudukan Jepang membuat Belanda menuduh Soekarno bekerja sama dan berpihak kepada Jepang.

Masa Revolusi

Salah satu peristiwa penting menjelang proklamasi kemerdekaan adalah peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para pemuda yang terdiri antara lain lain Soekarno, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh membawa Soekarno dan Mohammad Hatta ke asrama pasukan Pembela Tanah Air (PETA).  Para tokoh pemuda ini menuntut agar Soekarno dan Hatta segera mengumumkan kemerdekaan Indonesia selagi Jepang sudah menyerah dan pasukan sekutu belum mendarat.

Dilain pihak, para tokoh nasional senior seperti Soekarno dan Hatta  menolak gagasan para tokoh pemuda tersebut dengan alasan menunggu kejelasan penyerahan Jepang. Alasan lain adalah, Soekarno ingin memploklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kebetulan dibulan Ramadhan, bulan dimana Al Qur’an diturunkan (Nuzulul Qur’an).

Akhirnya, Soekarno- Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Mohammad Hatta didaulat oleh PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama pada tanggal 18 Agustus 1945. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mengukuhkan Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai pemimpin bangsa Indonesia pada 29 Agustus 1945.

Masa Kemerdekaan

Pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia membuat Soekarno Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Hatta menjadi menjadi Perdana Menterinya. Sementara, Mr Assaat menjadi Presiden Republik Indonesia yang juga dikenal dengan istilah RI Jawa Jogja. Namun hal itu tidak bertahan lama, keinginan rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan membuat Soekarno dan Hatta menjadi pemimpin republik Indonesia dan RIS dibubarkan. Mr Assaat kembali menyerahkan mandat presiden RI kepada Soekarno.

ringkasan-biografi-soekarno

Presiden Soekarno bersama Presiden Osvaldo Dorticos, Fidel Castro dan Che Guevera

Soekarno sangat dihormati dikancah internasional, gagasan dan ide nya memberi sumbangsih terhadap negara-negara di Asia dan Afrika yang masih terjajah dan mengalami penindasan. Tahun 1955, Soekarno berinisiatif untuk mengumpulkan negara-negara Asia dan Afrika dan mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

Perang Dingin antara Blok Barat (NATO-Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang dikomandani oleh Amerika Serikat dan Blok Timur (Pakta Warsawa) yang diketuai oleh Uni Soviet (sekarang Rusia) memunculkan ketimpangan dan kekhawatiran akan pecahnya perang nuklir yang dapat memusnahkan peradaban manusia. Atas dasar itulah, Soekarno bersama dengan Josep Broz Tito (Yugoslavia), Jawaharlal Nehru (India), U Nu (Burma), Gamal Abdel Nasser (Mesir) dll untuk mendirikan Gerakan Non Blok. Gerakan ini memperjuangkan nasib-nasib negara berkembang  dan bahkan masih mengalami konflik agar setara dan mendapat keadilan serta tidak dibawah tekanan negara adikuasa.

Percobaan Pembunuhan Terhadap Soekarno

Seperti kebanyakan pemimpin politik lainnya,Soekarno juga memiliki rival yang berusaha menjatuhkannya bahkan berusaha membunuhnya. Tercatat beberapa kali Soekarno pernah mengalami percobaan pembunuhan. Bahkan, Megawati Soekarnoputri menyebutkan bahwa ada 23 percobaan pembunuhan terhadap Presiden pertama Republik Indonesia ini. Beberapa diantaranya adalah :

Pengranatan di Cikini

Peristiwa ini terjadi pada 30 November 1957 ketia ia menghadiri peringatan ulang tahun Perguruan Cikini (Percik), tempat putra-putrinya mengenyam pendidikan. Granat meledak ketika Soekarno datang dan menewaskan 9 orang  dan melukai hampir 100 orang. 3 Pelaku yang merupakan pendukung gerakan DI/TII asal Bima ditangkap.

Baca Juga :  Biografi Jokowi – Mantan Tukang Kayu yang Menjadi Presiden
Penembakan di Istana

Disuatu siang ditanggal 9 Maret 1960 ketika Soekarno sedang memimpin sebuah rapat di gedung disamping Istana, sebuah pesawat jenis Mig-17 menembakkan peluru 23 mm menghantam tiang Istana dekat ruang kerja Sorkarno. Sang penyerang adalah seorang pilot berpangkat Letnan bernama Daniel Maukar. Ia akhirnya dijatuhi penjara selama  8 tahun.

Berapa penyerangan terhadap Soekarno lainnya adalah :

  • Penghadangan di Jembatan Rajamandala, Jawa Barat pada April 1960. Ia dan Pemimpin Uni Sovyet, Nikita Kruschev selamat dari serangan pengikut DI/TII.
  • Pengranatan di Makassar pada 7 Januari 1962. Soekarno diserang dengan granat ketika ia manghadiri acara di Stadion Mattoangin. Serangan tersebut meleset dan Soekarno selamat. Penyerang yang bernama Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.
  • Penembakan terhadap Soekarno terjadi ketika ia berkunjung ke Sulawesi pada tahun 1960-an. Peluru Mortir yang ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar meleset dan Soekarno selagi selamat dari percobaan pembunuhan.
  • Dll

Masa Sulit

Terjadinya peristiwa G 30 S PKI tahun 1965 yang mengakibatkan terbunuhnya 6 orang Jenderal menyebabkan situasi politik jadi tidak kondusif. Penolakan Soekarno untuk membubarkan PKI membuat posisinya sekami lemah.

Akhirnya Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Super Semar) yang memberi mandat kepada Letjend Soeharto untuk mengambil tindakan yang diperlukan demi kelangsungan pemerintahan dan keselamatan Presiden. Soeharto memanfaatkan mandat tersebut dengan membubarkan PKI.

Posisi Soekarno semakin sulit ketika MPRS mengeluarkan Ketetapannya sekaligus. TAP No. IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No. XV/1966 yang memberi jalan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat menjadi presiden jika Soekarno berhalangan.

Setelah pidato pertanggung jawabannya terhadap peristiwa G30S PKI tahun 1965 ditolak oleh MPRS pada tanggal 16 Februari 1967, akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno membuat Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan. Kondisi ini membuat Soeharto secara de facto menjadi presiden. Pada Sidang Istimewa MPRS, kekuasaan Soekarno dicabut dan mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia.

Soekarno Meninggal Dunia

Soekarno mengidap sakit ginjal dan kondisi ini membuat kesehatannya semakin menurun. Ia pernah dirawat di Wina, Austria. Seorang ahli ginjal menyarankan agar Soekarno mengangkat ginjal kirinya, namun Soekarno menolak dan lebih memilih pengobatan tradisional. Kondisi ini bertahan lebih kurang 5 tahun.

biografi-soekarno-dan-soeharto

Suasana Pemakaman Soekarno di Blitar

Pada 20 Juni 1970 kesehatan Soekarno semakin memburuk dan kesadarannya mulai menurun. Pada tanggal 21 Juni 1970 jam 03.50 pagi Soekarno mulai kehilangan kesadaran. Para Dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Soekarno hingga akhirnya, jam 07.00 Soekarno menghembuskan nafasnya yang terakhir dan dinyatakan meninggal dunia.

Sekarno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur pada 22 Juni 1970. Ia dimakamkan di samping makam ibunya. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Panglima ABRI Jenderal M. Panggabean.

Penghargaan Soekarno

Riwayat dari kehidupan Soekarno ini juga mencakup berbagai penghargaan yang pernah diraihnya. Beberapa diantaranya adalah mendapat gelar doktor honoris causa dari 26 universitas dalam dan luar negeri. Seperti dari UGM, UI, ITB, Unpad, Universitas Hasanudin dan lain sebagainya. Sementara yang berasal dari luar negeri seperti Columbia University Amerika, Berlin University di Jerman, Lomonosov University serta Al-Azhar University di Mesir.

Menyimak bagaimana biografi Soekarno lengkap akan membuat kita sedikit banyak mengerti bagaimana latar belakang pahlawan Indonesia ini. Semangat juangnya tak pernah henti. Hingga pada saat ini, buah perjuangan dari Soekarno telah kita nikmati yakni sebuah kemerdekaan.

Semoga dapat memberi inspirasi [ ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *