Penemu Kamera – Ibnu Al-Haitham

Ibnu Al-Haitham, Ilmuan Penemu Konsep Kamera Pertama Kali

penemu-kamera-pertama-kali

Penemu Kamera – Kamera merupakan sebuah perangkat yang dipergunakan untuk mengambil dan merekam gambar, baik itu gambar bergerak (Video) atau gambar diam (Foto).

Perkembangan kamera yang sangat pesat memberi banyak manfaat dan kemudahan kepada penggunanya. Dewasa ini, mengambil gambar menjadi lebih mudah dengan adanya kamera yang portable. Bayangkan dengan zaman dahulu, kita harus masuk ke sebuah ruangan yang gelap untuk pemotretan.

Tahukah Anda siapa Penemu Kamera pertama kali ? Figurpedia akan membahasnya dalam artikel dibawah ini :

Ibnu Al-Haitham – Penemu Kamera Pertama Kali

Selama ini mungkin banyak orang berpendapat bahwa penemu kamera adalah para ilmuan dari barat atau Jepang. Tidak sepenuhnya salah memang, ilmuan dari barat memang berperan pada perkembangan teknologi kamera yang terus berubah dan semakin canggih. Namun sesungguh, yang pertama kali menemukan konsep dan prinsip dasar-dasar dari kamera adalah seorang ilmuan muslim dari Irak bernama Ibnu Al-Haitham.

Biografi Ibnu Al-Haitham

Nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali Al-Hasan Bin Al Haitham, Ia lahir di Bashra, Iraq, pada tahun 965 M. Ia dipanggil dengan  Ibnu Al-Haitham, Ibnu Haitham atau Al Hazen.

penemu-kamera

Ibnu Al Haitham – Penemu Kamera Pertama Kali

Pendidikannya diawali di tanah kelahirannya, sempat menjadi pegawai pemerintah namun ia berhenti. Gairah menuntut ilmunya yang masih tinggi membuatnya memilih menuntut ilmu kembali, ia sempat menempuh pendidikan  di Universitas Al Azhar di Mesir.

Setelah keluar dari Al Azhar, ia belajar ilmu falak, matematika, fisika, dll secara otodidak. Selain itu, ia sangat suka dengan ilmu optik, sehingga perhatiannya terhadap ilmu tersebut sangat besar.  Ia banyak melahirkan teori  dan buku  tentang ilmu optik serta pencahayaan.

Baca Juga :  Biografi Nadiem Makarim - Juragan Ojek Kaya Raya

Diantara karyanya yang sangat fenomenal adalah Kitab Al-Manazhir (buku optik). Sayangnya,  hasil karya tersebut tidak lagi diketahui keberadaannya. Orang hanya dapat mempelajari karyanya tersebut melalui buku-buku hasil terjemahan.

Ibnu Al-Haitham meninggal di Mesir pada tahun 1039 dengan meninggalkan sebuah konsep kamera yang merupakan salah satu penemuan penting dalam peradapan umat manusia.

Penemuan Konsep Dasar Kamera

Sebelum masyarakat di dunia barat dan juga Jepang mengenal kamera, Ibnu Al-Haitham bersama dengan Kamaluddin Al-Farisi telah membuat sebuah penemuan yang sangat fenomenal. Semua bermula ketika mereka mengkaji tentang gerhana matahari. Untuk mendalami hal tersebut, mereka membuat sebuah lubang kecil di sebuah dinding untuk memproyeksikan citra matahari melalui permukaan datar.

Konsep berupa kamera obscura (kamar gelap) inilah yang menjadi konsep kamera yang digunakan sekarang ini. Kata kamera atau camera sendiri berasal dari kata “Qumrah”, berasal dari kata dalam bahasa Arab  “Qamar” yang berarti bulan.

Karya dari Ibnu Al-Haitham ini memang terinspirasi dari fenomena bulan, Qumrah pertama yang dbuatnya adalah berupa kamar kecil tertutup yang gelap tanpa cahaya, hanya tersisa lubang kecil didepannya. Melalui lubang itu, cahaya akan masuk dan menyimpan bayangan yang masuk oleh cahaya ke dalam Qumrah yang telah disediakan media untuk menyimpan citra bayangan tersebut.

Konsep kinerja kamera obscura dari Ibnu Al-Haitham kemudian menjadi inspirasi bagi ilmuan-ilmuan di dunia barat untuk mengembangkan kamera hingga makin terus berkembang ke tahap yang lebih sempurna.

Lima abad setelah penemuan kamera obscura oleh Ibnu Al-Haitham, Cardano Geronimo mengganti konsep lobang bidik lensa dengan lensa kamera. Hal ini juga dilakukan oleh Giovanni Batista Della Porta.

Kemudian, Joseph Kepler meningkatkan fungsi kamera dengan teknik meletakkan lensa negatif dibelakang lensa positif, sehingga dapat menampilkan gambar yang lebih besar.

Baca Juga :  Biografi Albert Einstein - Manusia Jenius

Selanjutnya, kamera tanpa kabel, kecil mulai dibuat konsepnya oleh Robert Boyle pada tahun 1665. Pada tahun 1827, Joseph Nicephore Niepce berhasil mengambil sebuah foto permanen pertama kali. Ini terjadi setelah 900 tahun penemuan konsep kamera Ibnu Al-Haitham.

Banyak lagi penemuan-penemuan dari para ahli yang menjadikan perkembangan kamera menjadi lebih baik seperti yang kita nikmati sekarang ini.

Dewasa ini, cukup dengan sebuah telepon genggan atau telepon pintar yang dilengkapi kamera, kita sudah dapat mengambil sebuah foto, mengeditnya dan membagikan kepada teman-teman kita di media sosial.

Kamera memang benar-benar salah satu penemuan yang fenomenal  dalam peradaban manusia. Semua itu takkan pernah ada tanpa sebuah ide sederhana yang terlintas dalam benak Ibnu Al-Haitham, sang Penemu Kamera.

Demikian pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Salam Sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.